Home / Berita Hari Ini / Menumbuhkan Rasa Kompeten Calon Pebisnis Unggulan

Menumbuhkan Rasa Kompeten Calon Pebisnis Unggulan

Di era MEA, pemerintah dan dunia pendidikan sangat mendorong tumbuhnya pebisnis baru yang dapat bersaing. Banyak upaya sudah dilakukan, namun semua upaya ini seringkali melupakan satu hal utama: membangun rasa kompeten dalam diri para pebisnis.

Rasa kompeten adalah sebuah situasi psikologis dalam diri seseorang, dimana terdapat kepercayaan diri yang besar untuk dapat melakukan suatu hal. Pertanyaan yang muncul: bagaimana cara yang efektif untuk menumbuhkan rasa kompeten di kalangan pebisnis yang baru?

Dunia pendidikan memiliki peran besar dalam menumbuhkan rasa kompeten calon pebisnis. Melalui pendidikan, rasa kompeten ini dapat ditumbuhkan.

Hal-hal yang perlu dilakukan untuk menumbuhkembangkan rasa kompeten ini, meliputi memberikan kepercayaan dan kesempatan untuk memulai melakukan sendiri, mencoba sesuatu yang baru. Kepercayaan ini akan menjadi pendorong bagi peserta didik untuk berani memulai melakukan sesuatu; memberi ruang untuk melakukan kesalahan. Ketika peserta didik mencoba sesuatu yang baru, melakukan uji coba, selalu ada kemungkinan munculnya kesalahan dan kekurangan. Pembimbing perlu memantau dan mengizinkan untuk berbagai hal kekurangan dan kesalahan ini, sebagai bentuk proses pembelajaran partisipatif.

Langkah selanjutnya adalah memberikan kesempatan untuk belajar dari berbagai sumber, termasuk belajar dari kesalahan. Pembimbing memberikan kesempatan evaluasi diri atas proses pembelajaran yang dialami peserta didik, untuk memastikan pembelajaran apa saja yang bisa dipetik dari pengalaman mencoba dan memulai sesuatu, mendiskusikan pengalaman peserta didik dalam proses uji cobanya; menciptakan suasana keterbukaan atas kritik, dimana setiap peserta didik boleh menyampaikan pendapat, saran, dan kritik satu dengan yang lain dengan rasa nyaman, karena tujuan utamanya adalah saling mengembangkan diri; menjadikan peserta didik sebagai pemenang. Pembimbing memberikan berbagai umpan balik positif untuk setiap langkah pembelajaran yang telah dicapai.

Arsitektur Bisnis

Salah satu contoh yang sudah dilakukan oleh Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis Unpar adalah dengan mewajibkan setiap mahasiswa memulai bisnis yang dirancang sendiri dan diujicobakan dengan mengikuti kuliah Simulasi Bisnis.

Proses perkuliahan ini dimulai dengan penyusunan rencana bisnis dalam bentuk arsitektur bisnis, dilanjutkan dengan uji coba pasar serta melakukan perbaikan yang diperlukan. Kemudian, mahasiswa mengikuti Expo Bisnis selama dua hari dan ditutup dengan penyusunan laporan yang menekankan pada aspek evaluasi diri.

Arsitektur bisnis dikembangkan dengan menggunakan Model Bisnis yang memuat sembilan aspek yaitu, value propositions, customer segment, channels, customer relationships, key activities, key partners, key resources, cost structure, dan revenue streams (Osterwalder & Pigneur, 2010).

Mahasiswa diberi pembekalan awal dengan menghadirkan para praktisi bisnis. Pengalaman praktisi bisnis ini menjadi daya tarik yang memunculkan kesadaran dan minat untuk memulai bisnis, serta wawasan mengenai hal pokok yang menjadi kunci sukses bisnis. Selanjutnya, mahasiswa diiberikan kepercayaan untuk menelurkan ide-ide bisnisnya sendiri dengan tema besar yang ditetapkan oleh dosen.

Rencana bisnis yang dikembangkan mahasiswa kemudian diujicoba dengan melakukan tes pasar. Mahasiswa akan berjualan produk atau jasa yang menjadi bisnisnya.

Mendekati akhir perkuliahan, mahasiswa akan mengikuti kegiatan Expo Bisnis selama dua hari. Disinilah mahasiswa menunjukkan bisnis baru yang akan dikembangkannya. Mahasiswa juga dituntut untuk dapat menjelaskan bisnisnya kepada pengunjung yang datang. Dalam Expo Bisnis ini, bisnis mahasiswa tersebut juga akan dinilai dan dilombakan.

Kesempatan yang diberikan untuk mencoba, untuk melakukan kesalahan, dan belajar dari kesalahan dibarengi dengan semangat belajar berkelanjutan menjadi bekal utama untuk keberhasilan calon pebisnis unggul di era MEA.

Sumber : Artikel “Menumbuhkan Rasa Kompeten Calon Pebisnis Unggulan” pada surat kabar KOMPAS – GRIYA ILMU Edisi 9 Februari 2016.

X