Home / Berita Hari Ini / Donor Darah Jadi Gaya Hidup Sehat Warga Unpar

Donor Darah Jadi Gaya Hidup Sehat Warga Unpar

Alfred Adler―seorang pakar psikoanalisis, untuk kali pertama menggunakan frase ‘gaya hidup’ sebagai idiografi yang merefleksikan keunikan individu. Hal tersebut dapat dilihat dari pola perilaku serta preferensi hidup sebagian maupun sekelompok masyarakat, termasuk dalam mengambil pilihan-pilihan untuk menerapkan gaya hidup sehat.

Gaya Hidup Sehat

Menurut pakar WHO, kondisi sehat tidak hanya sekadar bebas dari penyakit atau kecacatan tetapi juga bicara mengenai kondisi jasmani, jiwa, dan rohani. Dalam praktiknya, khalayak umum memahami gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan tetap bernutrisi dan bergizi, rutin berolahraga, hingga mengurangi kebiasaan-kebiasaan buruk seperti, mengurangi konsumsi nikotin maupun alkohol.

Sebuah pertanyaan renungan, apa yang dapat memotivasi seseorang untuk dapat mengambil pilihan ‘ya, saya ingin hidup sehat’?

Donor Darah, Gaya Hidup Warga Unpar

Di era modern, hanya sebagian kelompok masyarakat yang mengetahui bilamana donor darah tidak hanya menolong nyawa sesama tetapi juga dapat dijadikan sebagai gaya hidup sehat.

Pada umumnya, masyarakat enggan melakukan donor darah karena proses dan penggunaan jarum suntik yang diduga dapat menjadi media penularan penyakit. Namun, donor darah tidak hanya sekadar menyelamatkan nyawa sesama. Apabila dilakukan secara rutin, donor darah bermanfaat bagi regenerasi eritrosit, mencegah penyakit jantung, termasuk pemeriksaan kesehatan gratis guna mendeteksi penyakit sejak dini. Berlatarbelakang alasan tersebut, Universitas Katolik Parahyangan melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM Unpar) bekerjasama dengan PMI Kota Bandung menyelenggarakan program Donor Darah pada Rabu (13/1) lalu.

Donor Darah yang dilakukan di Lobby Gedung Rektorat Unpar tersebut, diikuti oleh lebih dari 200 pegawai dan 20 mahasiswa. Dalam waktu empat jam, LPPM Unpar berhasil mengumpulkan 186 labu dengan rincian: golongan darah A 48 labu, golongan darah B 58 labu, golongan darah O 66 labu, dan golongan darah AB 14 labu.

Tidak hanya melalui LPPM Unpar, kalangan mahasiswa pun turut melakukan kampanye donor darah, diantaranya inisiatif dari mahasiswa Program Studi Teknik Kimia untuk menggelar aksi donor darah dengan tajuk “Feel The Superpower in Your Blood” sementara mahasiswa Program Studi Akuntansi melakukan program donor darah melalui kampanye “Save Lives With Your Blood” pada hari Senin (1/2) lalu―dari 247 partisipan, terdapat 169 donor yang memenuhi persyaratan, dengan rincian : golongan darah A 50 labu, golongan darah B 55 labu, golongan darah O 53 labu, dan golongan darah AB 9 labu.

“Setetes darah Anda, dapat menyelamatkan tiga nyawa” seringkali didengungkan di setiap kampanye donor darah. Bukan sekadar himbauan, tetapi juga kesadaran untuk memulai gaya hidup sehat, sekaligus sebagai aksi nyata untuk menolong sesama yang memerlukan pasokan darah.

X