Home / Berita Hari Ini / Dies FE – Unpar Menuju Universitas yang Berkelanjutan

Dies FE – Unpar Menuju Universitas yang Berkelanjutan

Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan (FE Unpar) baru saja memperingati Dies Natalis ke-61 pada hari Jumat (5/2) lalu di Aula FE Lantai 8 Gedung 9.

Adapun Oratio Dies 61 Tahun FE Unpar disampaikan oleh Ibu Paulina Permatasari, SE., M.Ak., CMA, dengan tajuk “Unpar Menuju Universitas yang Berkelanjutan.”

Dalam pemaparan beliau, konsep keberlanjutan harus bisa memastikan baik generasi kini maupun generasi mendatang dapat memenuhi kebutuhan sosial, ekonomi, maupun lingkungan. Konsep keberlanjutan dalam tingkat universitas kali pertama diawali dengan Deklarasi Talloires (1990) yang menghubungkan antara kegiatan pengajaran, penelitian, dan kegiatan operasi di perguruan tinggi.

Paulina Permatasari mengatakan bahwa kini sudah banyak perguruan tinggi yang menyandang predikat sebagai sustainable university. Lantas, bagaimana dengan Unpar, khususnya FE?

Dalam sambutan Rektor Unpar, Bapak Mangadar Situmorang, Ph.D mengatakan bahwa FE Unpar setidaknya memiliki dua modal yang perlu dijaga dan dikelola dengan baik guna mewujudkan Unpar yang berkelanjutan.

Pertama, FE Unpar berdiri lebih dahulu dibandingkan fakultas lainnya. Unpar didirikan atas dasar kerjasama antara Keuskupan Bandung, Mgr .P. M. Arntz, OSC dan Keuskupan Bogor, Mgr. Prof. Dr. N. J .C. Geise, OFM, yang kemudian mendirikan sebuah Akademi Perniagaan pada tanggal 17 Januari 1955 dan berkembang menjadi Perguruan Tinggi Sosio-Ekonomi Parahyangan pada Agustus 1955―kini menjadi FE Unpar.

Kedua, Sejak resmi berdiri, FE Unpar terus berkembang menjadi fakultas terbesar, setidaknya dari segi student body dengan lima program studi unggulan yakni, DIII Manajemen Perusahaan, S1 Ekonomi Pembangunan, S1 Manajemen, S1 Akuntansi, dan Program Pendidikan Profesi Akuntansi.

Dengan kedua modal tersebut, FE Unpar turut berkomitmen untuk melakukan prinsip keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya menyertakan konsep keberlanjutan dalam kurikulum pengajaran, efisiensi penggunaan listrik dan air, pemanfaatan limbah kertas, termasuk sistem pengolahan sampah.

Berdasarkan pada Laporan Ketua Dies Natalis ke-61 FE Unpar, Dra. Elsje Kosasih, Ak., M.Sc., CMA mengatakan bahwa komitmen keberlanjutan tersebut akan diselenggarakan melalui pelaksanaan program pengabdian masyarakat dalam rangka mengedukasi karyawan dan masyarakat sekitar Unpar untuk menjaga lingkungan tetap lestari.

Dalam penutupan orasi, Paulina Permatasari mengatakan bahwa Unpar masih memiliki banyak ‘pekerjaan rumah’ untuk dapat menyandang predikat sebagai sustainable university. Oleh karena itu, Unpar sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka harus mampu bekerjasama dengan semua anggota komunitas dan melakukan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan dalam proses pembuatan kebijakan dan perencanaan lingkungan, sosial, dan ekonomi yang berkelanjutan.

X